Alat Musik Sulim

Provinsi: 
Kalimantan Tengah

Sulim, adalah nama sebuah alat musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Tengah. Fungsi alat musik ini adalah sebagai alat hiburan, jugasebagai alat musik pengiring tari

alat musik tradisional Kalteng

Sejarah: Pada zaman dahulu , alat musik tersebut berfungsi sebagai sarana menghibur diri di kala sedang istirahat sehabis kerja di ladang. Selain itu alat musik ini turut digunakan untuk pengiring tari-tarian, seperti: tari Mandau, tari kinyah, dan terkadang juga digunakan dalam music karungut. Namun suling (balawung) lebih berfungsi sebagai  ilustrasi, atau hiasan lagu (dalam arti tidak memainkan lagu pokok), sehingga sering digunakan sebagai iringan teater tradisional untuk memberikan ilustrasi saat suasana sedih atau sepi.

Bahan pembuatan: Sulim terbuat dari bambu buluh atau wuluh (bahasa Jawa)

Cara pembuatan; tidak ada data

Bagian dan ciri*:

Alat musik sulim memiliki 4 buah lubang nada yang berjarak , kira-kira A-C-D-E-G, tetapi sebenarnya lebih mendekati ke nada slendro Jawa 6 (nem)- 1(ji)-2 (ro)-3 (lu)- 5 (mo). Bentuk sulim tersebut sangat mirip dengan suling Jawa , mempunyai lubang 4 buah, bernada slendro, dan kerap digunakan dalam ensambel gamelan Jawa gaya Solo sampai saat ini. Perbedaan yang sangat tampak di antara Sulim dan suling Jawa adalah pada ukuran panjang, yaitu sekitar 60 cm, sedangkan suling  Jawa slendro berukuran 52 cm karena disesuaikan dengan laras gamelan.

 

Sumber data:

Haryanto, 2015. “Musik Suku Dayak. Sebuah Catatan Perjalanan di Pedalaman Kalimantan”. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI.

Peginput data: Neni Puji Nur Rahmawati