Mengenalkan Permainan Tradisional Kepada Anak-Anak, SD Al-Azhar Melakukan Kunjungan ke BPNB Kalbar

Pontianak – “Berat…tapi senang…” begitu seloroh seorang siswa usai berhasil masuk garis finish. Ukuran terompah panjang yang cukup besar agak menyulitkan kaki-kaki kecil siswa kelas 3 SD Al-Azhar tersebut untuk melangkah menggunakan terompah. Ketidakkompakan menggerakkan kaki menjadikan mereka tidak berhasil berjalan maju dan akhirnya terjatuh dengan tawa berderai diiringi sorak-sorai teman-teman lainnya.

Terompah panjang merupakan satu dari empat permainan yang diperkenalkan kepada para siswa SD Al-Azhar yang mengunjungi BPNB Kalbar pada hari ini, Selasa, 06 Februari 2018. Selain terompah panjang, para siswa juga dikenalkan dengan permainan lari tempurung, enggrang dan gasing. Sebelumnya, sebanyak 106 siswa SD kelas 3 yang didampingi 6 orang guru beserta beberapa orang tua siswa berkumpul di halaman depan kantor BPNB untuk mendapatkan pengarahan dari Dana Listiana, M.A (peneliti sejarah BPNB Kalbar). Usai pengarahan, para siswa dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok pertama akan mengunjungi perpustakaan dan bioskop terlebih dahulu  (difasilitasi oleh Any Rahmayani S.S dan Saniri) sedangkan kelompok kedua tetap berada di halaman untuk belajar permainan tradisional (difasilitasi oleh Dana Listiana, Andi Makmur dan Dedi Hartono). Untuk selanjutnya kedua kelompok akan saling bertukar tempat.

Diperpustakaan, para siswa yang didampingi oleh Any Rahmayani S.S diajak untuk mengenal penelusuran buku melalui katalog online dan offline. Mereka sangat antusias sekali dalam mempelajari katalog online yang disediakan di perpustakaan. Selain penelusuran, para siswa juga diajak untuk melihat koleksi perpustakaan. Kunjungan diperpustakaan yang berlangsung selama 15 menit tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai permainan tradisional yang bertempat di gedung bioskop.

Meski akrab dengan gawai namun ternyata antusiasme para siswa mengenal permainan tradisional sangat tinggi. Mereka saling bergantian untuk mencoba beragam permainan yang baru saja mereka kenal. Mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda memang perlu dilakukan sejak dini. Melalui permainan tradisional, anak-anak tidak hanya beraktifitas secara fisik namun juga belajar tentang nilai-nilai seperti kerjasama, sportivitas, kejujuran, dan lain sebagainya. Adm.