SEMINAR HASIL PENELITIAN : MENELUSURI JEJAK SEJARAH BUDAYA KALIMANTAN

Pontianak – Sebanyak lima belas judul hasil penelitian para peneliti BPNB Kalbar diseminarkan pada hari Minggu, 05 November hingga Rabu, 08 Desember 2017 di ruang aula BPNB Kalbar. Kelima belas judul penelitian tersebut  terbagi menjadi dua bidang yaitu bidang sejarah dan budaya. Untuk bidang sejarah terdiri dari  6 judul penelitian dan 1 judul naskah kuno yaitu Pedagang dan Gerakan Perlawanan di Masa Perang Banjar 1859 – 1905 (Dra. Hendrawati/Zulfa Jamalie, Ph.D), Sejarah Perkembangan Pelabuhan Tanjung Laut di Bontang (Dra. Juniar Purba, M.Si/Dr. Sri Murlianti), Politik dan Ekonomi Bulungan Kalimantan Utara Pada Masa Kolonial Belanda 1850-1942 (Dra. Lisyawati Nurcahyani, M.Si/Dr. Harjo Juwono), Aktivitas Niaga Antara Pontianak dan Singapura Tahun 1819-1942 (Any Rahmayani, S.S/ Irfan Natarsa, S.S), Niew Brussels di Kalimantan : Peran Strategis Sukadana Pada Abad ke 17 Sampai Abad ke 19 (Yusri Darmadi, S.S/Ika Rahmatika Chalimi, S.Pd, M.Pd), Aktivitas dan Peran Pelabuhan Rambang di Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah (Dra. Juniar Purba, M.Si/ Drs. Poltak Johansen, M.Si) dan Kajian Struktural Sosial dan Politik dalam Kitab Silsilah Serta Hikayat dan Kisah Asal Usul Raja-Raja Sebelah Mempawah dan Pontianak dan Matan dan Sambas dan Riau dan Selangor (Dra. Asnaini/Dra. Lisyawati Nurcahyani, M.Si). 

Untuk bidang budaya terdiri dari 8 judul yaitu Komunitas Lanting Sungai Kapuas di Kota Sintang Suatu Proses Adaptasi Ekologi (Drs. Poltak Johansen, M.Si/Albertus, S.Pd, M.A.), Sungai dalam Kosmologi Masyarakat Ngaju (Septi Dhanik P, S. Ant/Galuh Bayuardi, S. Sos, M.Si), Tradisi Toana Anugrah Raja Kerajaan Amantubillah Mempawah (M. Natsir, M.Si/Syamsulrizal, S.T, MSc), Fungsi Musik dalam Upacara Gawai Marabut Tambang dan Mangulambu (Tutup Kuncoro, S.Sn/Cameron Malik, S.Sn), Tata Krama pada Suku Tidung di Tarakan Kaltara (Neni Puji NR, S.Si/Musfeptial, S.S, M.Hum), Tradisi Pemilikan dan Kepemilikan Lahan Serta Perubahannya pada Masyarakat Sebaruk di Sintang dan Sanggau, Kalbar (Moch. Andri. WP/Suhardiman, S.Pd), Pengobatan Orang Dayak Tunjung Kutai Kertanegara Barat (Wilis Maryanto, SH/Drs. Sugeng Hendratmo) dan Batimung : Pengobatan Tradisional di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Sisva Maryadi, S.Sos/Saefudin). 

Seminar dengan tema “Menelusuri Jejak Sejarah Budaya Kalimantan” ini mengundang beragam kalangan mulai dari akademisi  (IKIP PGRI Pontianak, Universitas  Tanjungpura, Politeknik Negeri Pontianak), peneliti  (Balai Bahasa), Balitbangda Provinsi Kalbar hingga budayawan. Diharapkan kehadiran para pihak tersebut mampu memberikan masukan dan kritik terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Selain dari tamu undangan tersebut, masukan juga diperoleh dari dua narasumber yaitu Prof. Dr Susanto Zuhdi (UI) untuk bidang sejarah dan Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa (UGM) untuk bidang budaya. Di bidang sejarah, Prof Susanto memberikan apresiasinya karena pada tahun ini para peneliti focus membahas mengenai sejarah maritime Kalimantan. Beliau menilai tidak banyak balai lain yang mengkaji masalah ini sehingga hal ini menjadi poin plus bagi BPNB Kalbar. Dari bidang budaya, Prof Heddy menilai bahwa tulisan para peneliti sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya dan beliau mengharapkan agar ke depan, kualitas penulisan dapat ditingkatkan kembali.  Adm.

penjelasam dari Prof. Susanto Zuhdi     seminar hasil penelitian     presentasi peneliti bidang budaya