Katalog Buku Papua

Menampilkan 1 - 16 dari 26
  • PAPUA (JURNAL ARKEOLOGI) VOLUME 8 NOMOR 2 NOVEMBER 2016

    Jurnal Arkeologi Papua Volume 8 Nomor 2 memuat sembilan artikel. Erlin Novita Idje Djami menulis Mokat Ake: Budaya Megalitik di Situs Hitigima, Lembah Balim Selatan, Kabupaten Jayawijaya. Artikel berjudul Budaya Austronesia di Kawasan Danau Sentani ditulis oleh Hari Suroto.

  • KEARIFAN TRADISIONAL MASYARAKAT NELAYAN SAWERU YANG BERKAITAN DENGAN PEMELIHARAAN LINGKUNGAN ALAM DI KAMPUNG SAWERU

    Masyarakat Saweru di Kabupaten Yapen yang pada umumnya bermatapencaharian hidup sebagai nelayan sangat akrab dengan lingkungan alamnya yang berupa laut dan sungai.

  • DIASPORA KOMUNITAS FIND DI SENGGI KABUPATEN KEEROM (STUDI TERHADAP STRATEGI KOMUNITAS FIND DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI)

    Keberadaan komunitas atau masyarakat Find ini, awalnya menempati tempat atau hak ulayat mereka masing-masing setiap marga/keret. Akan tetepi setelah masuknya Belanda di Papua, yakni melalui Injil mereka mulai hidup menempati satu tempat atau kampung.

  • PERSEBARAN ORANG BIAK DI KEPULAUAN KOMAMBA SARMI-PAPUA

    Perpindahan penduduk atau migrasi orang Biak dari daerah asal di pulau Biak ke pulau Armo, SARMI telah dilakukan karena keinginan yang kuat untuk bepergian ke tempat lain, terdorong oleh kemampuan berlayar, mencari wilayah tempat tinggal, perjalanan perompak, perdagangan, serta

  • TENUN TERFO

    Terfo adalah salah satu karya seni tradisional asli milik orang Sobey (salah satu suku bangsa yang ada di Kabupaten Sarmi, yang bermukim di daerah pesisir pantai) dalam teknologi pakaian.

  • FETRAUW ORANG SOBEI DI KAMPUNG SAWAR KABUPATEN SARMI

    Orang Sobei di Sarmi mengenal tradisi fetrauw yang merupakan suatu kekuatan atau ilmu gaib, atau mantera yang baik.

  • IDENTIFIKASI TRANSPORTASI LAUT DI KABUPATEN BIAK NUMFOR SAMPAI ABAD 21

    Orang Biak Numfor adalah penduduk asli Papua yang berasal dari pulau Biak, Supiori, Numfor dan beberapa pulau kecil. Mereka memiliki sistem kekerabatan yang disebut keret.

  • PERKEMBANGAN CERITA RAKYAT CAME MENJADI NYANYIAN DAN TARI DI KABUPATEN SARMI

    Pada masa sekarang Came bukan saja menjadi cerita, namun sudah menjadi suatu nyanyian dan tarian yang dibawakan dalam berbagai ajang budaya. Dalam kisahnya, came berisikan tentang bagaimana proses came membunuh manusia hingga saat ia meninggal.

  • MASYARAKAT NELAYAN DI KAMPUNG FANJUR DI KABUPATEN SUPIORI

    Masyarakat nelayan Kampung Fanjur adalah masyarakat yang hidup di pesisir pantai dan memiliki nilai-nilai budaya tersendiri sebagai pedoman hidupnya.

  • WONDAMA TEMPAT PERTAMA PENDIDIKAN MODERN ORANG PAPUA (1924-1945)

    Wondama sebagai tempat pertama kali pendidikan modern orang Papua pada 1925-1945, karena pada 1925 pertama kali dibukanya sekolah pendidikan guru desa di Wondama tepatnya di Kampung Miei Distrik Wasior Kota.

  • REVITALISASI PASAR TRADISIONAL PHARA SENTANI

    Untuk mempertahankan eksistensi dan meningkatkan potensi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi rakyat kecil, diperlukan sebuah model pengembangan pasar tradisional, dimana pemerintah berperan sebagai pengatur alokasi peran para stakeholders dan penyusun regulasi.

  • RANSIKI DULU DAN SEKARANG DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG RANSIKI DISTRIK RANSIKI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN

    Ransiki sebelum kontak dengan dunia luar masih merupakan daerah yang masih kosong dan berawah-rawah yang hanya terdapat beberapa kampung tetapi masih berjauhan, sebagian lainnya masih tinggal di gunung-gunung.

  • KHOMBOW  “LUKISAN KULIT KAYU MASYARAKAT SENTANI DI KAMPUNG ASEI DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA 

    Lukisan kulit kayu “Khombow” adalah hasil karya seni masyarakat Sentani yang telah ada sejak nenek moyang mereka yang dahulunya digunakan sebagai pakaian (Malo) oleh perempuan Sentani yang sudah menikah.

  • TARI YOSIM PANCAR

    Nama tari Yosim Pancar atau Yospan berasal dari dua jenis tarian yang berbeda yaitu tari yosim dan tari pancar.

  • PAPEDA KULINER MASYARAKAT PAPUA

    Papeda adalah salah satu makanan khas masyarakat Papua yang dihasilkan dari tepung sagu. Sagu adalah makanan pokok masyarakat Papua yang menempati wilayah sungai, berawa, pesisir pantai dan danau.

  • SISTEM KEPEMIMPINAN “SERA”

    Pemimpin suku disebut sera. Sera memiliki otoritas yang kuat dalam kelompoknya. Dalam menjalankan pemerintahan adatnya, sera pada distrik Urei Faisei memiliki struktur organisasi sebagai berikut, sera selaku pemimpin tradisional.