AKTIVITAS PERDAGANGAN DI PELABUHAN SAMBAS 1833-1930

Pengarang: 

ANY RAHMAYANI DAN INA MIRAWATI

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

KBA-900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-077-6

Jumlah Halaman: 
125

Aktivitas perdagangan di Pelabuhan Sambas didominasi oleh Kesultanan Sambas sampai tahun 1816. Penetapan pelabuhan Sambas sebagai pelabuhan bebas merupakan pengaruh dari intervensi pemerintah kolonial terhadap Kesultanan Sambas. Hal ini menandai berakhirnya kekuasaan penuh Kesultanan Sambas terhadap perdagangan laut di Pelabuhan Sambas. Perubahan Pelabuhan Sambas dari pelabuhan bebas menjadi pelabuhan ekspor-impor umum sebenarnya tidak mengubah aktivitas perdagangan secara umum. Bahkan dengan semakin intensifnya liberalisasi ekonomi di akhir abad ke-19 pelabuhan ekspor-impor merupakan sebuah kebutuhan. Namun dibangunnya akses jalan darat dari Pontianak menuju Sambas sepanjang pesisir barat Borneo pada awal abad ke-20 membuat perdagangan di Pelabuhan Pontianak semakin berkembang pesat. Puncak kemunduran Pelabuhan Sambas adalah masa depresi ekonomi. Yang mengakibatkan kegiatan ekspor-imporpun tersendat. Begitu pula harga produk-produk tersebut turun maka Pelabuhan Sambas pun menjadi terpuruk.