BATIMUNG

Pengarang: 

SISVA MARYADI DAN SAEFUDDIN

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KPT - 615.8 (610-619)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-191-9

Jumlah Halaman: 
74

Dengan adanya empat kebudayaan yang ada di Kabupaten Tapin, maka tidak mengherankan banyak pencampuran budaya disitu. Salah satu yang masih bertahan adalah beberapa kosakata yang masih dipakai oleh masyarakat. Sistem medis baik tradisional maupun modern adalah rangkaian proses panjang strategi adaptasi manusia dalam lingkungan budayanya. Batimung merupakan salah satu tradisi yang dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang hingga berlanjut sampai sekarang. Sementara timung untuk pengobatan belum banyak dikenal oleh masyarakat di Kabupaten Tapin. Pengobatan dengan cara batimung merupakan salah satu usaha yang efektif, efisien dan hemat biaya dalam proses mengobati penyakit. Pengobatan batimung dibagi atas dua yaitu batimung kering dan batimung basah. Untuk penyakit yang bisa diobati dalam batimung yaitu penyakit yang kena wisa (sakit kuning). Sementara menurut masyarakat Dayak, penyakit yang bisa diobati selain kena wisa adalah kena sangga, sakit tipus dan sakit tulang. Hal terpenting dalam pengobatan ini adalah kepercayaan masyarakat untuk menyakini bahwa obat tersebut mampu untuk menyembuhkan penyakit yang diderita.