BLONTAKNG  TRADISI DAN IDENTITAS SUKU DAYAK BENUAQ

Pengarang: 

WILLIS MARYANTO, RUDINI, YASIN

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

RKE - 736.4 (730-739)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
31

Blontakng memiliki nilai sejarah yang tidak dapat dipisahkan atau ditiadakan dalam upacara adat kematian yaitu Upacara Kwangkey. Ukiran blontakng adalah mengandung makna simbol untuk menyampaikan identitas dari orang yang meninggal. Blontakng juga merupakan lambang untuk mengenang arwah orang yang meninggal dunia. Blontakng mengandung sistem norma yakni dimana di setiap motif ukiran memiliki makna yang menggambarkan peran serta perilaku leluhur. Ukiran blontakng ditentukan oleh stratifikasi sosial atau kelas-kelas sosial dalam masyarakat Benuaq. Untuk kemiripan ukiran blontakng bukan kemiripan secara fisik. Namun kemiripan yang menggambarkan tentang riwayat hidup almarhum selama merangkai kehidupan di dunia. Tampilan emosional yang terletak di dalam blontakng memberikan alasan kuat yang berperan sebagai apakah orang tersebut dalam masyarakat Benuaq. Blontakng harus berbahan kayu ulin beserta ukirannya yang memberikan simbol kekuatan bagi roh orang yang meninggal dan bagi orang yang ditinggalkan serta sebagai lambang kekokohan persaudaraan dalam masyarakat Benuaq.