BUDAYA SUKU KUTAI DI BENSEMAR KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN

Penerbit: 

STAIN PONTIANAK PRESS

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

UUA - 390(390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-7942-58-5

Jumlah Halaman: 
126

Kebudayaan merupakan kompleks nilai, gagasan utama serta keyakinan yang mendominasi kehidupan masyarakat. Demikian halnya jika kita melihat kebudayaan yang terdapat pada masyarakat Kutai yang tidak terlepas dari unsur-unsur dari kebudayaan universal tersebut. Hanya tidak semua unsur kebudayaan tersebut saat ini dianggap penting oleh masyarakat Kutai. Dalam kehidupan masyarakat Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara tepatnya di desa Bensemar dalam memandang nilai-nilai budaya yang ada dan yang berkembang senantiasa melihatnya dari sudut pandang agama (Islam). Dalam kehidupan kekerabatan, masyarakat Kutai bersifat bilateral dan parental dan hal ini juga berdasarkan prinsip Islam. Dimana dalam hal ini kedudukan anak wanita dan laki-laki sama dan diperlakukan sama oleh pihak ayah maupun ibu. Demikian juga menyangkut masalah kematian, perkawinan dimana yang menjadi wali sabah adalah dari garis pihak ayah, sesuai dengan ajaran Islam. Dalam bertindak dan bertingkah laku umumnya mereka senantiasa memelihara norma yang berlaku di masyarakat. Dimana masyarakat dalam hidupnya diikat dalam norma, atruran dan ajaran agama yang mengartur mereka dalam bertingkah dan bersikap. Masyarakat Kutai dalam menyikapi hidupnya senantiasa juga berserah dan selalu berharap kepada sang pencipta. Dalam kepercayaan yang begitu kuat terhadap agama Islam, dalam pelaksanaan upacara peralihan mereka selalu melibatkan imam selaku pembaca doa. Pada hakikatnya sebenarnya pembinaan dan pengembangan budaya pada masyarakat Kutai tidaklah begitu sulit dengan menggunakan sarana para ulama dan tetuah masyarakat. Terlebih apabila kebudayaan tersebut tidak menyimpang dari ajaran agama.