DIASPORA MASYARAKAT CINA DI SAMPIT PADA 1847 SAMPAI 1942

Pengarang: 

YUSRI DARMADI, YUSRIADI, REZZA MAULANA

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

KTE - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

KEPEL PRESS

Jumlah Halaman: 
110

Diaspora masyarakat Cina di Sampit dapat dijelaskan dengan beberapa fase kedatangan. Fase-fase tersebut yaitu (1) Fase kedatangan orang Orang Belanda (1817) dan Cina ke Sampit (1847). Kedatangan orang Cina ke Sampit selain berdasarkan situs makam Letnan Cina Kwee Sioe Lian yang lahir di Sampit pada tahun 1863, juga berdasarkan karya biografi tentang seorang kontrolir di Sampit bernama W.J.M. Michielsen. (2) Fase perkebunan karet (1890-an). Karet adalah tanaman penting bagi masyarakat Sampit hari ini. Meskipun perkebunan itu mulai digeser oleh perkebunan sawit dan pemukiman serta keperluan pertumbuhan penduduk, namun ketergantungan ekonomi masyarakat dari karet masih tinggi. (3) Fase industri perkayuan (1940an). Mengingat posisi orang Cina yang lebih mapan sebagai pedagang perantara di masa kolonial, termasuk status sebagai warga Timur Asing diatas pribumi, keterlibatan mereka dalam industri kayu di Sampit tampaknya cukup terbatas. (4) Fase akhir kolonial di Sampit (1942), Kedatangan Jepang membuat orang Cina merasa ketakutan. Namun rasa ketakutan tersebut sangat berlebihan dan tidak beralasan karena orang-orang Jepang tidak merasa bermusuhan dengan orang Cina perantauan meskipun mereka berperang dengan bangsa Cina kaum Nasionalis.