FORAGING YANG MEMUDAR SUKU ANAK DALAM DI TENGAH PERUBAHAN

Pengarang: 

RETNO HANDINI

Penerbit: 

GALANG PRESS (ANGGOTA IKAPI)

Tahun Terbit: 

2005

Daerah/Wilayah: 
Jambi
Rak: 

3.4(300-31

ISSN/ISBN: 

979-3627-59-X

FORAGING YANG MEMUDAR SUKU ANAK DALAM DI TENGAH PERUBAHAN

Perubahan lingkungan mengakibatkan kehidupan Suku Anak Dalam yang merupakan bagian integral dari ekosistem kawasan hutan di Jambi menjadi berubah. Berbagai faktor intern dan ekstern yang menyebabkan berbagai perubahan telah memunculkan tiga kelompok subsistensi di antara komunitas Suku Anak Dalam di Jambi: tetap melaksanakan pola hidup foraging secara murni, meninggalkan for-aging untuk berpindah ke pola berladang dan menjual komuditas hutan atau diantara keduanya: melaksanakan sebagian waktu untuk berladang dan sebagian waktu untuk foraging. Semakin jarangnya sumber makanan yang dapat diperoleh dari pola foraging bagi Suku Anak Dalam telah menghasilkan pergeseran nilai tersendiri bagi mereka. Hasil berburu dan meramu yang selama ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan sendiri mulai ditinggalkan, dan beralih menjadi komoditas ekonomi. Perubahan lingkungan maupun komunikasi dan hubungan dengan dunia luar telah membuat kehidupan Suku Anak Dalam berubah dari kebudayaan asalnya. Pola hidup foraging sebagai salah satu budaya yang diturunkan oleh para leluhursedang memudar menuju ke arah kemusnahan.