ISLAM DI BANDA NAIRA CENTRA PERDAGANGAN REMPAH-REMPAH DI MALUKU

Pengarang: 

USMAN THALIB

Penerbit: 

BPNB AMBON

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

SEK - 900(900-999)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
149

Dalam konteks sejarah Islam, Banda Neira mempersentasikan dirinya sebagai produsen tunggal buah pala, buah yang sangat mahal dan dibutuhkan di berbagai belahan dunia. Konsekuensinya adalah wilayah kepulauan ini menjadi sasaran para pedagang muslim dan para mubaliq yang sambil berdagang juga menyiarkan Islam. Itulah sebabnya para pakar berkesimpulan, bahwa pada kurun pertama tahun hijriah atau abad ke-7 dan ke-8 Islam telah sampai ke Maluku. Namun kemungkinan besar pada masa awal itu Islamhanya dianut oleh para pedagang yang singgah di perairan dan bandar-bandar penting di Maluku, seperti Banda dan Ternate. Dalam konteks ini perlu dipertimbangkan pula eksistensi pedagang-pedagang muslim yang sambil berdagang juga menyiarkan Islam sekaligus menikah dengan puteri-puteri lokal untuk membentuk suatu kesatuan masyarakat muslim di tempat-tempat yang dikunjungi terutama di Banda Neira sebagai pusat perdangan pala dan cengkeh. Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa kedua komoditi itulah yang menarik para pedagang asing menjelajahi Nusantara. Ini berarti masuknya Islam ke Maluku khususnya di kepulauan Banda tidak hanya melalui Aceh dan Jawa, tetapi justru Maluku menjadi pintu masuk Islam melalui jalur Utara. Islam sebagai agama profetik yang sanagt ketat dalam hal keyakinan, namun dalam proses Islamisasi di Banda Neira para mubaliq maupun pedagang muslim sangat toleran terhadap tradisi masyarakat setempat. Selain itu pandangan masyarakat lokal Banda Neira yang mempersepsikan kekayaan para pedagang dengan pandangan mistik, bahwa orang akan menjadi kaya bila ia menjadi Islam dan hanya orang Islam yang bisa berdagang, menyebabkan begitu mudahnya para pedagang dan mubaliq menikah dengan gadis-gadis lokal. Di Banda Neira, Islam memberi kekuatan spiritual baru kepada penguasa dalam bentuk memposisikan diri mereka sebagai Raja sekaligus Imam.