ISLAMISASI DI SINJAI

Pengarang: 

SRITIMURYATI

Penerbit: 

BPNB MAKASSAR

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

AGA (200-299)

ISSN/ISBN: 

978-602-9248-37-1

Jumlah Halaman: 
122

Pada masa lalu, daerah yang kini menjadi Kabupaten Sinjai terdapat beberapa kerajaan yang cukup berpengaruh, khususnya kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam federasi Tellu Limpoe (Kerajaan Tondong, Kerajaan Bulo-Bulo dan Kerajaan Lamatti). Ketiga kerajaan ini berperan penting dalam perkembangan Kabupaten Sinjai, baik melalui raja, maupun orang-orang yang dipercayakan atau ditugaskan oleg raja. Terdapat beberapa nama selain Datuk ri Tiro, yang berperan penting dalam penyebaran atau perkembangan Islam di negeri Tellu Limpoe, seperti Galoggo (Puang Belle), To Palekke (Makkadede), Tuang Sengngo (Syekh Ibrahim Rahmat), Puang Jawa, Puang Salama, Said Abubakar, Puang Janggo, Puang Topekkong, dan Said Hasan. Karya ini menggambarkan bagaimana kondisi wilayah Sinjai sebelum masuknya Islam. Proses penyebaran Islam di daerah Sinjai (Tellu Limpoe) berlangsung dengan damai. Hal ini salah satunya disebabkan adanya keterlibatan secara langsung raja-raja dan bangsawan. Disamping memang masyarakat sendiri yang mengakui adanya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh para tokoh penyebaran agama Islam itu. Perubahan pola-pola kehidupan masyarakat di Sinjai sejak masuknya Islam memang sangat terlihat jelas. Pembauran ini terjadi dengan damai tanpa benturan yang sangat besar. Hal ini disebabkan pemahaman masyarakat akan ajaran-ajaran Islam semakin lama semakin dalam, hingga mereka dapat meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama mereka. Meski demikian ada juga kebiasaaan-kebiasaan lama yang kental unsur-unsur Islamnya.