JAMBI DALAM LINTASAN SEJARAH MELAYU (ABAD I-XVII)

Pengarang: 

ANASTASIA WIWIK SWASTIWI

Penerbit: 

BPSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Jambi
Rak: 

SUA - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-979-1281-38-6

Jumlah Halaman: 
77

Buku Jambi Dalam Lintasan Sejarah Melayu (Abad I - XVII) ini mendeskripsikan sebuah penulisan sejarah lokal yang memberi kejelasan peran dan kedudukan Jambi dalam sejarah melayu sebagai salah satu mata rantai perwujudan wilayah nusantara. Dari Sriwijaya dimulainya mata rantai perjalanan sejarah etnis Melayu Jambi. Meskipun ada juga ditemukan bukti ataupun peninggalan sejarah jauh sebelum Sriwijaya yaitu masa Kerajaan Melayu Kuno. Di Jambi sekitar abad 7 Masehi, suku Melayu mampu mendirikan Kerajaan Melayu dengan mengembangkan corak kebudayaan Melayu Budhis. Sekitar abad 13 M, kebudayaan Melayu Budhis mengalami kemunduran yang dibarengi dengan berkembangnya corak kebudayaan Melayu yang Islami. Dengan demikian sebagai penduduk asli, Melayu Jambi dalam perjalanan sejarahnya mengembangkan corak budaya Melayu yang dibedakan Melayu pra-sejarah, Melayu Budhis dan Islami. jambi yang terletak disekitar sungai Batang Hari sangat strategis untuk menerima pengaruh dari daerah sekitar. Posisinya mendorong tumbuh dan berkembangnya bandar dan pelabuhan di kawasan pantai timur Jambi. Kedudukan Muara Jambi pada abad 6-11 M menjadi pusat pendidikan agama Budha di Asia Tenggara.