JURNAL PENELITIAN ARKEOLOGI KINDAI ETAM VOL. 1 NO. 1 NOVEMBER 2015

Pengarang: 

TIM PENULIS

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI BANJARMASIN

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

051 (050-059)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
120

Edisi perdana jurnal ini hadir dengan mengusung tema "Pemukiman dan Religi". Tema ini dijabarkan dalam lima judul artikel yang kesemuanya merupakan hasil penelitian dari peneliti Balai Arkeologi Banjarmasin. Diawali dengan tulisan Wasita tentang karakter situs pemukiman lahan basah di Karanganyar, ancaman dan upaya pelestariannya. Masih tentng pemukiman, Hartatik menghadirkan tulisan tentang keberlanjutan budaya yang berlangsung di Pelajau sejak ribuan tahun lalu hingga kini. Pemaknaan terhadap sebuah situs terkait erat dengan keberadaan data arkeologi yang menyertainya, yang kemudian ditafsirkan sesuai dengan konteksnya. Seperti halnya bangunan bekas pabrik masa kolonial Belanda yang sering dimaknai negatif sebagai milik penjajah, sehingga masyarakat beranggapan bahwa siapa saja boleh merusaknya. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan penelitian identifikasi bangunan pabrik kemudian melestarikannya sesuai amanat UU, seperti yang dilakukan Sunarningsih terhadap bekas pabrik pengolahan karet masa Belanda di Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan. Keberadaan kawasan pemukiman masa lalu meninggalkan bekas berupa tempat hunian maupun alat-alat yang digunakan dan bukti aktivitas pada masa itu. Nia Marniati Etie Fajari menulis tentang hunian kuno di Sei Sipai, Martapura, terutama yang berkaitan dengan bentuk dan sebaran data arkeologi. Jurnal ini ditutup dengan tulisan Hartatik tentang religi dan peralatan tradisional Dayak Meratus di Kotabaru. Disadari bahwa kelima artikel ini bersifat fragmentaris dan belum bisa mewakili seluruh keragaman pemukiman dan religi yang tersebar di Pulau Kalimantan.