KAJIAN ESTETIS PERTUNJUKAN MUSIK PANTING

Pengarang: 

TUTUP KUNCORO, CAMERON MALIK, FERDINAN

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

RKE - 784.4 (780-789)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-168-1

Jumlah Halaman: 
91

Musik panting turut serta dalam membangun dan membentuk keteraturan sosial masyarakat Barikin. Melalui pertunjukkannya musik panting dapat menjadi media bagi masyarakat untuk mengekspresikan dirinya. Realitas sosial masyarakat Barikin diekspresikan melalui teknik permainan musik panting yang disebut Ma’ayam. Ma’ayam adalah sebuah teknik permainan musik dimana masing-masing pemusik dapat saling berinteraksi satu sama lainnya, yaitu dengan cara mengisi harmonisasi dan ritmis masing-masing musik. Ma’ayam berkaitan erat dengan konteks kesejarahan musik panting itu sendiri. Ma’ayam merupakan elaborasi dari beberapa pengaruh yang masuk ke desa Barikin, seperti kebudayaan Melayu, Islam, dan Gamelan Banjar. Maka melalui ma’ayam ini masyarakat Barikin mengelaborasi pengaruh-pengaruh tersebut dengan membuat sebuah pertunjukan yang unik dalam pertunjukan musik panting. Konsep ma’ayam mempresentasikan sikap hidup masyarakat Banjar. Karena dapat mengelaborasi dan mensinergiskan pengaruh-pengaruh dari luar menjadi identitas yang berbeda dan unik.