KERATON SUMENEP MADURA

Pengarang: 

ISNI HERAWATI

Penerbit: 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

ART-728.8 (720-729)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
50

Keraton Sumenep dibangun atas dasar keyakinan agama Islam, terutama sesuai konsep “habluminallah wahambluminanas”. Komplek keraton memiliki tata ruang seperti pada bangunan tradisional Madura umumnya. Arah bangunan membujur dari utara ke selatan. Tampak campuran gaya Cina, Eropa dan Sumenep sehingga kelihatan bentuk bangunan keraton sangat artistik. Keraton Sumenep sendiri terdiri dari beberapa bagian penting, diantaranya pendopo, mandiyoso, dalem, panyeppen, gedung koneng, gedung loteng, taman sare, labak mesem dan tembok yang kesemuanya memiliki tata letak dan fungsi ruangan masing-masing. Selain itu juga ada terdapat bangunan pendukung yang ada di luar bangunan inti Keraton seperti langgar/musholla, masjid, tangse, bale rata, taman lake, pangkeng malang, alun-alun, rumah Pangeran Letnan dan Asta Tinggi. Ragam hias yang ada di keraton ini pada umumnya berupa ukiran kayu, seperti ukiran datar. Benda yang masih tersimpan didalamnya berupa payung agung, sarana pengadilan, kereta kencana, dan masih banyak yang lainnya.