KOMUNITAS ADAT OSING DI KEMIREN :  UPACARA SLAMETAN TUMPENG SEWU

Pengarang: 

DWI RATNA NURHAJARINI

Penerbit: 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

UUA-394.1 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-70150-7-4

Jumlah Halaman: 
147

Masyarakat Osing di Desa Kemiren memiliki banyak tradisi yang berasal dari budaya nenek moyang. Kekayaan yang dimiliki diantaranya kesenian, ritual adat, arsitektur tradisional, bahasa dan sebagainya. Semua  kegiatan publik dan individual selalu mengacu kepada keberadaan Buyut Cili yang diwujudkan dalam bentuk ngaturi atau slametan di makamnya. Salah satu ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Osing di Kemiren yaitu Slametan Bersih Desa yang kemudian menjelma menjadi Slametan Tumpeng Sewu. Slametan ini merupakan ritual publik sebagai wujud syukur karena segala marabahaya telah hilang dari Kemiren. Sesajian yang disajikan dalam ritual tersebut yaitu mempersembahkan segala hasil pertanian yang ada di Kemiren. Dari kegiatan ritual tersebut yang tampak nyata adalah adanya sinkritisme antara unsur budaya lokal (Osing) dengan Islam dan juga dengan kepercayaan sebelumnya. Doa-doa Islam, acara seaman mocoan lontar Yusuf dipandu dengan sesaji, dengan kekuatan barong dan kepercayaan dan penghormatan terhadap Buyut Cili, membentuk sebuah konvergensi budaya yang unik di Kemiren.