MASYARAKAT BUGIS DIASPORA DI BONTANG ABAD XX

Pengarang: 

JUNIAR PURBA, SRI MURLIANTI, MARTINUS NANANG

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

KTI - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-165-0

Jumlah Halaman: 
76

Riwayat Kota Bontang tidak dapat dilepaskan dari kedatangan orang-orang Bugis ke daerah tersebut. Jika sekarang kota tersebut didominasi orang Bugis, dalam bidang perdagangan, pemerintahan, pekerjaan proyek, dan pekerjaan lainnya, maka hal tersebut dapat dicari akarnya dalam riwayat migrasi mereka yang sudah berlangsung ratusan tahun secara bergelombang. Migrasi orang Bugis sampai menjadi diaspora di daerah baru terjadi dengan beberapa alasan, yakni pertikaian dan perang di daerah asal, daya tarik di tempat baru (daerah subur untuk pertanian, lapangan kerja). Orang Bugis masih mempertahankan identitas etnik mereka. Di Bontang Kuala misalnya, masih diadakan ritual dan pesta laut yang menjadi ciri khas nelayan Bugis. Tetapi sudah ada orang Bugis yang menyatakan kalau meraka adalah orang Bontang dan mereka berbahasa Bontang (Melayu Bontang), khususnya sudah terasa di kalangan generasi  muda. Meskipun demikian, orang Bugis telah membangun ikatan transteritorial yang mempersatukan orang-orang Bugis dari berbagai daerah di Kalimantan dan bahkan seluruh Indonesia.