MENGUAK MISTERI MANUSIA PRASEJARAH SANGKULIRANG MANGKALIHAT  (KAJIAN AWAL TERHADAP TEMUAN GERABAH)

Pengarang: 

RR CHARUNIA ARNI LISTIYA, S.S

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA KALIMANTAN TIMUR

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

SDP - 930.1 (930 - 939)

ISSN/ISBN: 

978-602-60955-2-7

Jumlah Halaman: 
174

Kawasan Sangkulirang Mangkalihat merupakan kawasan karst yang kaya akan sumberdaya alam dan budaya. terletak diantara dua kabupaten yaitu Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur, Kawasan Karst ini menjadi kawasan strategis karena menjadi penghasil jutaan liter air untuk kehidupan keragaman hayati baik flora, fauna dan manusia. Sementara dari sisi sumber daya budaya, kawasan ini dikenal memiliki ratusan gua, ceruk karst, yang sebagian terdapat gambar atau lukisan gua (rock art), yang berjumlah ribuan dengan berbagai jenis dan variasinya. Temuan gambar dan lukisan purba ini diawali pada tahun 1990-an, ketika seorang peneliti Jean-Michel Chazine dari Perancis melakukan penelitian terhadap gua-gua karst di Kalimantan Timur. Selanjutnya dilakukan pula riset secara arkeologis  dengan melibatkan arkeolog Perancis dan Indonesia. Dari hasil penelitian ditemukan berbagai peralatan manusia  berupa gerabah, alat-alat batu, alat tulang binatang, kerang, yang menjadi bukti adanya aktivitas manusia di masa lalu. Benda-benda tersebut saat ini tersimpan di Galeri Arkeologi, Bukit Pelangi, Sanggatta, Kabupaten Kutai Timur.