MENGUAK TABIR DHARMASRAYA

Pengarang: 

DRS. BUDI ISTIAWAN dan DRS. BAMBANG BUDI UTOMO

Penerbit: 

BPCB SUMATERA BARAT, RIAU DAN KEPULAUAN RIAU

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

RKE - 736.5 (730-739)

ISSN/ISBN: 

978-602-19007-1-0

Jumlah Halaman: 
32

Dari data prasasti Dharmasraya yang dipahatkan pada alas kaki Arca Amoghapasa yang dikirim dari Raja Singasari, Kertanegara pada tahun 1286 M menunjukkan adanya pusat pemerintah Kerajaan Malayu di daerah Dharmasraya dengan rajanya bernama Tribhuwana Mauliwarmadewa. Kota Dharmasraya juga disebutkan dalam naskah Jawa Kuno, Negarakertagama karya Mpu Prapanca tahun 1365 M, yang menyebutkan Dharmasraya merupakan negara taklukan Kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Dharmasraya menjadi pusat ibukota Kerajaan Melayu mulai tahun 1286 M (atau beberapa tahun sebelumnya). Pertanggalan yang lebih muda ditemukan pada prasasti yang dipahatkan pada punggung arca Amoghapasa berangka tahun 1347 M dari masa Raja Adityawarman. Dharmasraya merupakan sebuah kata yang tercantum pada sebuah prasasti yang terdapat pada lapik Arca Amoghapasa. Prasasti ini yang kemudian disebut sebagai Prasasti Dharmasraya, merupakan sebuah prasasti yang berasal dari Masa Melayu Kuno. Saat ini, Dharmasraya telah dipakai sebagai nama sebuah kabupaten tempat prasasti tersebut ditemukan. Kabupaten tersebut merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung Provinsi Sumatera Barat.