METODE PENDIDIKAN SENI KARAWITAN SUNDA UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Pengarang: 

ATIK SOPANDI, TATANG SURYANA, AGUS SETIANA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

RKE - 780.7 (780-789)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
53

Secara garis besar antara musik dan karawitan terdapat perbedaan kecil di samping persamaanya. Namun perbedaan kecil tersebut cukup tegas dan prinsipil, misalnya yang mengkut alat (waditra), sistem nada, tekhnis permainan dan sebagainya; maka penggunaan kurikulum tersebut untuk pelajaran karawitan perlu diinterpretasikan terlebih dahulu yaitu untuk mendapat bahan pengajaran karawitan yang sesuai dengan rumusan kurikulum tersebut. Dengan cara ini diharapkan terjadinya kesejajaran taraf dan isi pelajaran karawitan dengan pelajaran musik,  diantaranya bahan pengajaran praktek sekar terdiri dari teknik bernyanyi dan menguasai sesuatu lagu secara praktis; bahan pengajaran praktek gending terdiri dari teknik menabuh dan menguasai sesuatu gending secara praktis; bahan pengajaran teori karawitan terdiri dari elemen dan unsur karawitan dan bentuk penyajian; bahan pengajaran pengetahuan/apresiasi karawitan terdiri dari pengetahuan tentang waditra, fungsi waditra, bentuk/jenis lagu, dan perkembangan karawitan dan tokoh-tokohnya; bahan pengajaran titilaras (serat kanayagan) terdiri lambang nada, lambang nada dan susunannya, tanda-tanda (seperti birama, stacato), tanda-tanda tentang tinggi nada, panjang nada, istirahat, serta pembagian tentang jalur aransemen.