METODE PENDIDIKAN SENI TARI UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Pengarang: 

SOEDARSONO, SOEMARDJO, SAL MURGIYANTO, DKK

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

RKE - 790.07 (790-799)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
32

Tari adalah ungkapan perasaan manusia yang dituangkan lewat gerak-gerak indah. Ditinjau dari Pendidikan Nasional, maka pendidikan seni tari merupakan salah satu aspek yang penting terutama dalam bidang pendidikan nilai dan sikap. Pendidikan tari di Sekolah Menengah Pertama dilaksanakan dengan berpangkal tolak dari pengertian bahwa : Pendidikan seni tari adalah kegiatan pendidikan yang menggunakan unsur-unsur seni budaya sebagai medianya. Dengan demikian, maka pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Pertama harus diarahkan pada penumbuhan dan pengembangan apresiasi seni budaya yang merupakan bekal bermanfaat dalam mencapai keseimbangan spiritual, intelektual dan material anak didik. Pada dasarnya metode penyampaian untuk mata pelajaran seni tari dapat dilaksanakan dengan metode pembinaan dan metode pengajaran. Metode pembinaan dibagi menjadi metode pembinaan kepekaan gerak/sensitivitas, metode pembinaan ekspresi gerak, metode pembinaan kreativitas, dan metode pembinaan keterampilan gerak. Sedangkan dalam metode pengajaran yang digunakan dalam pendidikan seni tari, haruslah metode yang dapat merangsang daya cipta dan inisiatif serta dapat mengembangkan apresiasi tari sehingga dapat menikmatinya, sekaligus menumbuhkan keterampilan. Adapun yang dapat digunakan dari metode pengajaran dalam pendidikan seni tari meliputi metode kunjungan, dialogis (diskusi), mencoba sendiri (eksperimen), demonstrasi, klasikal, dan SAS yaitu metode yang digunakan untuk mengajarkan tarian bentuk, yaitu singkatan dari struktur, analisa, sistesa. Sedangkan sarana dan alat-alat penunjang yang disediakan untuk seni tari ini diantaranya tempat dan perlengkapan-perlengkapan, baik itu perlengkapan tari, buku-buku,  iringan untuk menari seperti musik daerah, tape recorder, keprak/ketokan, nyanyian/hitungan, atau alat lain yang bisa dijadikan sebagai musik pengiring.