NASKAH IJAZAH & SILSILAH TAREKAT  KAJIAN TERHADAP TRANSMISI TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYAH DI MINANGKABAU

Pengarang: 

CHAIRULLAH, MA. Hum

Penerbit: 

BPNB SUMATERA BARAT

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

NKU - 091 (090-099)

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-99-3

Jumlah Halaman: 
201

Naskah ijazah dan silsilah tarekat secara umum ditulis oleh para khalifah mursyid tarekat Naqshabandiyah. Naskah ini memiliki banyak kesalahan dalam penulisan dan kaedah bahasa arabnya, hal ini terjadi karena beberapa faktor. Naskah ijazah dan silsilah tarekat Naqshabandiyah yang terdapat di Minangkabau memiliki 4 (empat) karakteristik yaitu naskah ijazah yang disertai dengan silsilah dalam bentuk prosa berbahasa Arab, berbahasa Melayu, berbahasa Arab dan Melayu serta dalam bentuk nazam berbahasa Arab. Ijazah dan silsilah memiliki peranan penting yaitu sebagai bukti legalitas seorang mursyid dalam tarekat Naqshabandiyah. Hal ini bertujuan untuk menghindari klaim-klaim dari pihak-pihak yang mengaku-ngaku dirinya sebagai seorang mursyid tarekat Naqshabandiyah, padahal tidak. Tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah telah dikembangkan oleh Syekh Ibrahim pada awal  abad 19 M sekembalinya dari Mekah selama tujuh tahun. Ia juga termasuk sebagai seorang ulama yang ikut serta dalam peperangan Paderi. Perkembangan tarekat Naqshabandiyah di Minangkabau tidak terlepas dari jasa Syekh Ismail melalui khalifahnya yaitu Syekh Muhammad Taher dan Syekh Abdurrahman Batu Hampa. Mereka berhasil menyebarluaskan tarekat ini di Minangkabau. Perjuangannya kemudian dilanjutkan oleh khalifahnya, yaitu Syekh Muhammad Arsyad yang merupakan anak dari Syekh Abdurrahman dan Syekh Muhammad Jamil Tungka yang merupakan murid dari Syekh Muhammad Taher.