PEDAGANG DAN GERAKAN PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL BELANDA PADA MASA PERANG BANJAR

Pengarang: 

HENDRASWATI DAN ZULFA JAMALIE

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-189-6

Jumlah Halaman: 
171

Aspek perang Banjar bagi masyarakat Banjar merupakan salah satu episode penting dalam sejarah pergerakan masyarakat Kalimantan melawan kolonialisme Belanda. Perang Banjar dipicu oleh beberapa peristiwa besar yang mendahuluinya, diantaranya ialah gerakan perlawanan rakyat se Banua Lima yang dimotori oleh Tumenggung Jalil (Amuntai) dan Penghulu Rasyid (Kelua-Tabalong). Perang Banjar adalah titik kulminasi dari akumulasi rentetan sebab perlawanan terhadap Belanda, yang bisa dilihat dari dua aspek yaitu pedagang dan perdagangan. Aspek pedagang dapat dilihat perlawanan yang dilakukan dan pelawanan ini sudah dimulai oleh kelompok pedagang Banjar. Perdagangan yang menjadi alasan pertama kedatangan Belanda ke Banjarmasin berubah menjadi kolonialisme; perdagangan yang menjadi urat nadi kehidupan Banjarmasin berubah menjadi arena perjuangan; dan pedagang yang semula adalah pelaku utama perkembangan ekonomi melalui usaha dagang mereka, berubah menjadi motor penggerak perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Pedagang adalah pemicu gerakan perlawanan dan perdagangan adalah sebab awal munculnya konflik dan perlawanan. Klimaks dari perlawanan para pedagang ini kemudian adalah terjadinya perang Banjar yang akhirnya melibatkan seluruh komponen masyarakat.