PELABUHAN SUNGAI DAN PERSEBARAN ISLAM DI KALIMANTAN SELATAN

Pengarang: 

HENDRASWATI DAN ZULFA JAMALIE

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-073-8

Jumlah Halaman: 
175

Dalam konteks penyebaran Islam di Kalimantan Selatan, pelabuhan sungai yang hanya terdapat di pinggiran kawasan di sepanjang sungai yang mengalir (baik sungai besar ataupun anak sungai), memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dilihat dari keberadaan pelabuhan sungai itu sendiri sebagai pintu masuk dan pusat penyebaran Islam serta penghubung jaringan daerah sebaran Islam antara satu daerah atau pelabuhan sungai dengan daerah atau pelabuhan sungai yang lain. Pelabuhan Banjarmasin merupakan pelabuhan utama yang menghubungkan berbagai pelabuhan sungai lainnya dan menjadi pintu masuk untuk menuju daerah-daerah di sebelah Timur, Utara, Selatan dan Tenggara Banjarmasin. Karena itu, Banjarmasin kemudian tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Banjarmasin, tetapi juga sebagai pintu masuk dan pusat penyebaran Islam untuk seluruh wilayah Kalimantan yang terhubung melalui jalur sungai. Pelabuhan, perdagangan dan kesultanan menjadi bagian penting yang berhubung secara sinergis dalam proses penyebaran Islam. Melalui jalur perdagangan, dakwah secara langsung, perkawinan dan pendidikan Islam masuk dan berkembang hingga ke pelosok yang menjadi wilayah Kesultanan Banjarmasin. Dimana dalam konteks ini, Pelabuhan Banjarmasin merupakan tempat transit para penyebar Islam sekaligus sebagai daerah penghubung antara daerah yang satu dengan yang lain, pelabuhan sungai yang satu dengan yang lain, sehingga Islam dapat masuk secara luas dan bersambung dalam satu jaringan.