PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN MITOS IKAN LOMPA TINJAUAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUS

Pengarang: 

NITA HANDAYANI HASAN

Penerbit: 

KANTOR BAHASA MALUKU

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

SAS-813 (810-890)

ISSN/ISBN: 

978-602-60859-9-3

Jumlah Halaman: 
71

Struktur mitos ikan lompa memiliki hubungan kesamaan dengan struktur berpikir masyarakat Desa Haruku. Kehidupan masyarakat Desa Haruku yang dalam cerita mitos ikan lompa diwakili oleh sosok buaya Learissa Kayeli merupakan sosok yang ramah dan penolong. Pola berpikir segitiga dengan arah dari kelompok satu menjadi dua, tiga, dan kembali ke satu menunjukkan bahwa dalam hidup jika ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik, maka harus mau menggambil resiko dan mampu menghadapi setiap permasalahan yang ada. Jika dilihat lebih dalam lagi, keberadaan ikan lompa di Haruku merupakan suatu pemberian. Bentuk pelestarian sumberdaya alam telah dilakukan oleh masyarakat Desa Haruku dengan membuat sasi lompa. Keberadaannya tidak hanya untuk mengatur pemanfaatan ikan lompa, tetapi juga lingkungan sosial suatu masyarakat. Dalam mengatur pemanfaatan ikan lompa, sasi memberikan jangka waktu bagi ikan lompa untuk memperbaharui dirinya, memelihara mutu, dan memperbanyak populasinya hingga akhirnya dapat dimanfaatkan. Dalam lingkungan sosial, sasi lompa menunjukkan adanya ketaatan masyarakat dalam menjalankan peraturan yang telah disepakati bersama. Kesepakatan tersebut kemudian diawasi pelaksanaannya oleh masyarakat sendiri, yang tergabung dalam Korps Kewang.