PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK MA'ANYAN TERHADAP LINGKUNGAN DI KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN

Penerbit: 

STAIN PONTIANAK PRESS

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

AGA - 200 (200-299)

ISSN/ISBN: 

978-602-1202-48-7

Jumlah Halaman: 
139

Sebagai masyarakat petani peladang, hutan dan tanah bagi masyarakat Dayak Maanyan tentunya memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupannya. Selain dijadikan areal tempat tinggal tentu tanah juga akan mereka olah untuk dijadikan lokasi perladangan untuk kebutuhan hidup. Sistem pengetahuan yang dimiiki pada dasarnya merupakan akumulasi dari pengetahuan yang diperoleh dari para leluhurnya dan dari pengalamannya, baik pengalaman kelompok yang kemudian dipranatakan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat setempat. Masyarakat Dayak Maanyan sangat menghormati dan menjaga keberadaan hutan primer yang merupakan tempat bersemayamnya roh-roh leluhur mereka. Untuk memperlakukan alam lingkungannya masyarakat Dayak Maanyan memiliki pengetahuan untuk dijadikan landasan dalam pengenalan berbagai jenis tanaman yang tumbuh di lingkungan tersebut. Dalam sistem perladangan yang mereka lakukan, dituntut penguasaan pengetahuan tradisional tentang tanda-tanda alam maupun tentang perputaran bulan dan bintang. Ini bertujuan untuk menentukan kapan mereka boleh memulai kegiatan perladangan. Pengetahuan dan pengamatan terhadap tanda-tanda alam menjadi cara untuk menentukan hari baik dalam urusan perladangan. Untuk mengatasi diluar kemampuan, masyarakat melakukan upacara-upacara yang pada umumnya berkaitan dengan alam. Upacara yang dilakukan selain ditujukan untuk memperoleh kekuatan gaib, juga bertujuan menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan lingkungannya terlebih dalam mengantisipasi gejala alam yang muncul dalam masyarakat.