PERAN "KAUM MUDO" DALAM PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI MINANGKABAU 1803 - 1942

Pengarang: 

SENO

Penerbit: 

BPSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

SPE - 907 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-16-0

Jumlah Halaman: 
146

Kaum mudo dapat memberikan sumbangan pemikiran yang besar terhadap pelaksanaan pendidikan Islam di Minangkabau. Pada tahap awal pembaharuan pendidikan Islam di Minangkabau dimulai dengan munculnya gerakan Padri. Pada awalnya yang menentang keras gerakan Kaum Padri ini adalah golongan adat yang menamakan dirinya sebagai Kaum Tua. Dalam perjuangan yang disertai dengan kekerasan, akhirnya menimbulkan Perang Padri yang berakhir dengan kekalahan Kaum Mudo. Selanjutnya mulai abad XX, muncul lagi gerakan pembaharuan dalam bidang pendidikan Islam. Jika semula dengan kekerasan senjata, sekarang memulai dengan mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan Islam di madrasah-madrasah yang dibangun diberbagai daerah di Minangkabau. Ada tiga unsur penting yang menjadi perhatian Kaum Mudo dalam rangka pembaharuan pendidikan Islam dari tradisional ke sistem pendidikan yang modern, meliputi aspek kelembagaan, materi yang diajarkan dan metode yang digunakan. Dari segi tujuan, Kaum Mudo melihat bahwa tujuan pendidikan itu tidak hanya terbatas kemampuan membaca Al Qur'an dan Kitab. Mereka memandang pentingnya pengetahuan umum dalam rangka menghadapi persoalan dunia. Mereka sangat melarang sikap taklid yang berlebihan karena hal tersebut dapat membawa kehancuran Islam.