POLA ASUH ANAK PADA RUMAH TANGGA NELAYAN TEGALSARI DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH

Pengarang: 

BAMBANG H. SUTA PURWANA, SUMINTARSIH, CHRISTRIYATI ARIANI

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

PPA - 649.1 (640-649)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-79-2

Jumlah Halaman: 
155

Anak- anak nelayan dari semenjak kecil sudah terinternalisasi nilai-nilai budaya dan tersosialisasi pola perilaku masyarakat nelayan di sekitar tempat tinggal mereka. Para orang tua menyadari bahwa lingkungan sosial nelayan sangat mempengaruhi orientasi anak-anak muda tentang pekerjaan yang dapat mereka lakukan pada masa yang akan datang. Orang tua dalam rumah tangga nelayan juragan dan nahkoda, memilih lembaga pendidikan formal yang berbasiskan agama, mengundang guru ngaji dan guru les ke rumah. Selain itu, mereka juga melakukan monitoring parental, yaitu mencoba mengontrol teman-teman sebaya yang hampir setiap hari bersama anak-anaknya. Pada waktu tidak melaut, orang tua dari rumah tangga nelayan juragan dan nahkoda selalu meluangkan waktu makan bersama anak-anak mereka dan berdiskusi masalah pendidikan dan masalah lainnya. Pada rumah tangga nelayan ABK dan rumah tangga nelayan one day fishing atau tulakan, cenderung membiarkan anak-anak mereka bergaul secara bebas dengan teman mereka di kampung karena orang tua tersebut sibuk mencari nafkah. Kemampuan ekonomi rumah tangga nelayan ABK dan tulakan yang terbatas sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk memberikan bekal pendidikan yang cukup kepada anak mereka. Sebagian besar anak nelayan dari rumah tangga ABK dan tulakan hanya berpendidikan SD, setelah tamat anak laki-laki terus bekerja sebagai ABK kapal mengikuti jejak ayah mereka.