PURI AGUNG KLUNGKUNG BALI

Pengarang: 

HARTONO

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

ARS - 728.8 (720-729)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
62

Seperti sedemikian banyak istana tradisional di sekeliling dunia, dan terutama istana Hindu puri itu sendiri, dalam bentuknya yang material merupakan suatu simbol yang suci, suatu tiruan dari tatanan yang dibangununtuk merayakannya. Suatu denah yang disederhanakan dari keraton Raja Klungkung sekitar tahun 1905 yaitu dekat sebelum kedatangan Belanda yang menyebabkan puputan keluarga raja - maka simbologi tempat utama ini bisa dilihat dalam bentuknya yang konkret. Dalam keraton terdapat kamar-kamar raja dan keluarganya. Dalam keraton ini raja berinteraksi dengan tokoh lainnya, dan disini pula sebagai tempat perjanjian ditandatangani, perkawinan diatur dan persekongkolan dicetuskan. Memasuki kompleks bekas puri, sekarang bisa ditemukn tiga buah candi bentar pada tembok pembatas (panyengker)luarnya. Satu terdapat di panyengker timur (pintu masuk pengunjung) dan dua lagi utara. Satu candi bentar ada dalam halaman sebagai gerbang masuk menuju bale kambang atau Taman Gili, dihubungkan oleh jalan setapak ber-panyengker. Diatas panyengker itu berdiri patung-patung berbagai jenis dan ukuran, diantaranya patung Sema, Petruk dan patung Dewi-Dewi.