RUMAH LANTING DI SUNGAI KAPUAS KOTA SINTANG STUDI TENTANG ADAPTASI SOSIAL

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN, DONATIANUS BSEP, ALBERTUS

Penerbit: 

AMARA BOOKS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

KBA - 304.2 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-6525-70-3

Jumlah Halaman: 
87

Sampai tahun 1980-an, di pinggir sungai-sungai besar di Kalimantan masih terdapat banyak Rumah Lanting dengan berbagai aktivitas penghuninya, seperti mandi, memasak, berdagang, dan sebagainya. Memang terkesan tidak beraturan, tapi bukanlah didalam ketidakketeraturan itu terdapat keindahan. Namun saat ini, sering dengan perubahan pola piker manusia dan adanya upaya dari pemerintah kabupaten untuk melakukan penataan kota, Rumah Lanting semakin sulit untuk ditemui. Jika kondisi ini tidak disikapi secara bijaksana, bukan hal yang mustahil jika nantinya Rumah Lanting hanya tinggal cerita. Nilai yang dapat dipetik dari keberadaan Rumah Lanting sangat jelas, yaitu mengajarkan kepada masyarakat untuk senantiasa membaca dan bersahabat dengan alam. Rumah lanting menjadi salah satu solusi mencegah abrasi sungai, dengan catatan harus ditata sedemikian rupa sehingga tidak menjadi kumuh. Sebagai pendatang yang hanya akan menetap dalam suatu kawasan, mereka merasa perlu untuk berinteraksi dan beradaptasi di lingkungan tempat yang baru. Baik itu dari faktor lingkungan, historis maupun bahasa Indonesia.