SEJARAH DAN TRADISI LISAN ORANG TANIMBAR  SUATU PEMETAAN MEMORI KOLEKTIF SEBAGAI PEREKAT DAN IDENTITAS MASYARAKAT KEPULAUAN

Pengarang: 

SUSANTO ZUHDI, MARIANA LEWIER, MARTHHA MASPAITELLA, STENLY R. LOUPATTY

Penerbit: 

BPNB AMBON

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

SKE - 900 (900 - 909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
117

 

Sejarah lisan dan tradisi lisan di Kepulauan Tanimbar berakar dari memori kolektif yang tetap terpelihara dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Hal itu dibuktikan melalui temuan adanya pengakuan dan kesadaran saat penyampaian tuturan lisan bahwa mereka mewariskan semua pengetahuan dan pengalaman tersebut dari nenek moyang atau leluhur yang kemudian mengingatkan pula untuk terus mewariskannya kepada generasi selanjutnya. Berdasarkan hasil analisis, hubungan antara sejarah lisan dan tradisi lisan memiliki keterkaitan dan saling melengkapi. Contohnya dalam penuturan sejarah asal usul dan sejarah terbentuknya masyarakat Tanimbar juga mengangkat nangin/cerita tokoh legendaris Atuf serta menyinggung kisah tenggelamnya Pulau Bersadi. Demikian pula dalam wujud warisan budaya lainnya sebagai penyimpan gagasan dan pengetahuan yang diturunkan secara lisan seperti tarian, nyanyian, seni ukir patung kayu, dan seni kuliner berupa tradisi bakar batu masih dapat ditemui kaitan dengan tuturan sejarah dan cerita. Tradisi lisan orang Tanimbar juga dapat dijadikan sebagai sumber penulisan sejarah, khususnya sejarah lokal karena dari beragam tradisi lisan akan diperoleh fakta sosial-budaya yang merupakan struktur ingatan dan pengalaman masyarakat. Kajian tradisi lisan seperti nangin dan foruk, serta tradisi lisan yang terwujud dalam pengetahuan hukum adat atau monument bersejarah yang tersebar di wilayah Kepulauan Tanimar.