SEJARAH PELABUHAN SILO DI TELUK BAYUR BERAU (1912-1957)

Pengarang: 

JUNIAR PURBA, YUSRI DARMADI

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

KTI - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-078-3

Jumlah Halaman: 
73

Pelabuhan Silo merupakan salah satu pelabuhan di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Pelabuhan ini dibuka setelah perusahaan NV SMP (Steenkolen Matchapij Parapatan) membuka usaha pertambangan batubara di wilayah Teluk Bayur. Pelabuhan ini penting karena sebagai salah satu pendukung untuk kegiatan pengiriman hasil potensi tambang batubara yang ada di sana. Sebelum adanya NV SMP, pada tahun 1875-1911 telah dibuka tambang batubara di daerah Berau dan ini sesuai dengan adanya permintaan dari asisten Residen Samarinda kepada Sultan Gunung Tabur yang meminta agar disediakan 200 ton batubara. Namun saat itu pekerjaan penggalian masih berlangsung secara mnaual, dan batubara diangkut dengan cara dipikul dengan keranjang rotan dan dijual ke kapal-kapal KPM (Koninklijke Paketvaart Maatchappij) untuk dibawa ke Surabaya. Adanya aktivitas tambang batubara dan Pelabuhan Silo ini sangat penting bagi perkembangan kota Teluk Bayur. Karena kemajuan yang pesat pada tahun 1930 Kota Teluk bayur tumbuh menjadi kota kolonial yang dilengkapi dengan sarana pendukungnya, berupa rumah pegawai, pabrik, bioskop, lapangan bola, gudang, rumah sakit, sekolah, rumah bilyard dan kereta api yang fungsinya sebagai trasnportasi darat yang mneghubungkan ke daerah tambang dan pelabuhan. Pada masa kolonial, masa Jepang hingga masa Nica, Pelabuhan Silo tetap berfungsi dan karena situasi politik dan terjadinya perubahan tatanan pemerintahan, pada tahun 1957 pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia dinasionalisasikan dan diserahkan kepada pemerintah dan menjadi aset perusahaan pemerintah daerah.