SELINTAS PRASASTI DARI MELAYU KUNO

Pengarang: 

Drs. BUDI ISTIAWAN

Penerbit: 

BPCB SUMATERA BARAT, RIAU DAN KEPULAUAN RIAU

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

736.5 (730-739)

ISSN/ISBN: 

978-602-19007-2-7

Jumlah Halaman: 
48

Sumatera pada abad X s/d XII M banyak meninggalkan jejak peninggalan dari masa pengaruh Hindu dan Budha. Jejak-jejak peninggalan tersebut sebagian berupa prasasti, yaitu tulisan kuno yang dipahatkan pada batu dengan berbagai jenis huruf dan bahasa. Lebih dari 20 buah prasasti yang berhasil ditemukan di daerah yang sekarang bernama Sumatera Barat. Sebagian besar prasasti tersebut ditemukan di Kabupaten Tanah Datar, dan sebagian kecil ditemukan di Kabupaten Dharmasraya. Prasasti-prasasti tersebut sebagian menyebutkan nama raja dan sebagian lain tidak menyebutkan nama raja, demikian juga dengan pertanggalannya. Sebagian mencantumkan tahun, sebagian lain tidak. Namun demikian diperkirakan umur tertua dari semua prasasti berasal dari akhir abad XIII dan termuda dari akhir abad XIV M. Kabupaten Tanah Datar (Provinsi Sumatera Barat) merupakan daerah yang paling kaya dengan peninggalan prasasti dari masa Melayu Kuna sekitar abad XIII-XIV M. Prasasti tersebut sebagian besar berasal dari Raja Adityawarman. Jumlah prasasti yang pernah ditemukan di daerah ini sekitar 22 buah, yang tersebar di Kecamatan Pariangan, Rambatan, Tanjung Emas, dan Lima Kaum. Beberapa buah prasati yang ditemukan di sekitar Bukit Gombak, Kecamatan Tanjung Emas telah dikumpulkan dalam suatu tempat yang kemudian disebut dengan Kompleks Prasasti Adityawarman. Prasasti yang ada di kompleks ini dikenal dengan nama Prasasti Pagarruyung. Ada 8 buah prasasti yang terdapat di kompleks ini. Kompleks prasasti ini berada di pinggir jalan raya Pagarruyung-Batusangkar, tepatnya di Jorong Gudam, Nagari Pagarruyung, Kec Tanjung Emas, Kab. Tanah Datar. Tetapi lokasi asal temuan prasasti tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti, demikian pula tentang riwayat penemuannya.