SITUS MAKAM SELAPARANG DI LOMBOK TIMUR (DALAM PERSPEKTIF PENGAJARAN SEJARAH DAN PENGEMBANGAN WISATA

Pengarang: 

NURYAHMAN, I KETUT SUDHARMA PUTRA, DWI BAMBANG SANTOSA

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

ARS - 902 (900-909)

ISSN/ISBN: 

602-258-121-4

Jumlah Halaman: 
108

Situs makam Selaparang merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Apabila dilihat dari wujudnya, situs ini berbentuk benda (tangible). Namun dibalik itu terkandung unsur-unsur budaya tak benda (intangible), berupa nilai-nilai budaya, yang terdiri atas nilai historis, religius, persatuan, sosial, keadilan, dan kesejahteraan. Selaparang adalah kerajaan Islam tertua di Lombok yang berdiri sekitar permulaan abad ke-15. Beberapa ahli sejarah menyebutkan bahwa sebelumnya desa ini merupakan kerajaan Hindu yang didirikan oleh Ratu Mas Pahit pada masa Kerajaan Majapahit di Jawa, salah seorang keturunan Prabu Brawijaya yang kemudian ditaklukan oleh pasukan Majapahit, dibawah pimpinan Senopati Nala. Tentang siapa nama raja Selaparang ini, ada beberapa yang disebut dalam tradisi lisan yaitu Raden Mas Pakenan Dewa Kerajaan Mas Pakel, Raden Prakasa dan Batara Selaparang. Sejak zaman Hindu yang kemudian beralih ke zaman Islam, menurut penelitian ahli sejarah Kerajaan Selaparang tersebut ada hubungannya dengan Bali, Jawa Sumbawa, Makassar (Gowa) dan Banjarmasin. Hal ini tampak pada bangunan fisik yang berasal dari berbagai daerah dan agama. Inilah yang merupakan ciri khas makam Selaparang yang tidak akan dijumpai di tempat lain.