SUNGAI DALAM KOSMOLOGI MASYARAKAT NGAJU

Pengarang: 

SEPTI DHANIK PRASTIWI DAN GALUH BAYUARDI

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

MKE - 304.2 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-192-6

Jumlah Halaman: 
98

Kosmologi masyarakat Ngaju tidak dapat dilepaskan dari Kaharingan yang merupakan keyakinan asli suku Dayak. Dalam kehidupan sehari-hari, kosmologi masyarakat Ngaju di desa Pangi, dapat dilihat dari pengetahuan dan kepercayaan mereka dalam memandang lingkungan alam tempat mereka tinggal serta bagaimana mereka memanfaatkannya. Sungai yang merupakan salah satu bentang alam memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Dalam pengetahuan masyarakat, sungai dinilai memiliki sumber daya yang melimpah. Batang yang pada awalnya menjadi pusat aktivitas dan interaksi masyarakat di sungai tidak lagi dapat ditemukan di desa Pangi. Dalam pengetahuan masyarakat Ngaju di desa Pangi, air sungai Kahayan juga dinilai tidak lagi baik digunakan sebagai sumber air minum seperti di era tahun 1970-an. Hal yang menarik, meski secara fisik sungai mulai ditinggalkan namun secara non fisik, sungai masih dijadikan orientasi dan pedoman hidup masyarakat Ngaju. Penyebutan arah yang mengacu pada aliran sungai yaitu hulu-hilir, mengacu pada arah darat-sungai yaitu tinggi-rendah sekaligus dapat digunakan untuk menyebutkan arah mata angin. Pandangan warga Pangi mengenai sungai juga dapat diketahui dari keyakinan mereka terhadap keberadaan mahluk-mahluk adikodrati. Air yang mengalir di sungai dipandang mengandung khasiat tertentu yang baik bagi tubuh. Dalam kepercayaan warga Pangi, disepanjang alirannya, air sungai melarutkan beragam zat kekayaan alam seperti mineral, tumbuh-tumbuhan, serta urat-urat kayu sehingga air sungai diyakini mengandung obat berbagai penyakit dan bermanfaat bagi tubuh manusia. Dengan khasiat ini, air sungai dipercaya mampu membersihkan yang sudah bersih, menyucikan yang suci. Makna akan air ini tidak hanya dipegang teguh oleh pemeluk Kaharingan, bahkan pemeluk agama lain masih ada yang tetap meyakini dan menerapkan konsep ini dalam kehidupannya.