TATA KRAMA PADA SUKU TIDUNG DI TARAKAN KALIMANTAN UTARA

Pengarang: 

NENI PUJI NUR RAHMAWATI DAN MUSFEPTIAL

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Utara
Rak: 

TKK - 395 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-186-5

Jumlah Halaman: 
100

Tidung adalah suku asli Kalimantan atau bagian dari Dayak, selain itu, nama Tidung juga menunjuk kepada sebuah kerajaan yang kental dengan nuansa ke-Islaman. Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia dan Malaysia (negeri Sabah). Suku Tidung semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung, tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda. Adapun adat istiadat yang masih dilestarikan hingga sekarang oleh masyarakat Tidung Ulun Pagun, ada beberapa diantaranya meliputi perayaan tolak bala pada bulan Syafar, tahlilan Berua sebelum menyambut Ramadhan. Tata karma pada masyarakat Tidung dapat dilihat dari tata krama untuk orang tua, tata krama seorang anak kepada saudaranya, tata krama dalam lingkungan keluarga. Tata krama dalam lingkungan masyarakat dapat dilihat dari tata krama berpakaian, berbahasa, menghidangkan makanan, dan tata krama pada acara pernikahan.