TRADISI NGREBEG (MAKOTEK) DI DESA MUNGGU KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG

Pengarang: 

I WAYAN SUDARMA, DKK

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

5.1.2 (39

ISSN/ISBN: 

978-602-356-035-6

TRADISI NGREBEG (MAKOTEK) DI DESA MUNGGU KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
Tradisi Ngrebeg (Makotek)merupakan salah satu tradisi unik yang terdapat di pulau Bali. Tradisi ini hanya terdapat di desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupatenh Badung. Tradisi ini disenggarakan bertepatan dengan hari raya Kuningan yang jatuh setiap enam bulan sekali. Prosesi upcara dimulai siang hari yaitu sekitar pukul 13.00 wita. Peserta melakukan persiapan di rumah masing-masing seperti menghias kotekan (kayu) yang berukuran 3-3,5meter dengan sampian tamiang dan pandan serta penyucian kayu kotekan dengan tirta. Menjelang pukul 14.00 wita pelaksanaan upacara dimulai dengan mengelilingi Desa Adat Munggu. Barisan pertama adalah peserta yang membawa kotekan. Barisan kedua adalah pemangku yang membawa pasepan (api suci) dan pemuda yang membawa alat dari pura. Barisan ketiga adalah para pemangku serta penyarikan pura. Barisan keempat adalah ibu-ibu yang berstatus sebagai seka santhi yang sepanjang jalan menyanyikan lagu pujian. Barisan kelima adalah pemuda pemudi yang selaku peserta biasa dan patuh dan taat mengikuti jalannya upacara hingga selesai. BArisan keenam merupakan seka gambelan. Tradisi Ngrebeg (Makotek) yang terdapat di Desa Adat Munggu memiliki fungsi spiritual dan fungsi sosial dan ekonomi. Serta memiliki makna yang terkandung dari nilai sosial, budaya dan religius.