UPACARA ADAT BELIATN SUKU DAYAK TUNJUNG (MAKNA SIMBOLIK DAN NILAI BUDAYANYA) DI KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR

Pengarang: 

NENI PUJI NUR RAHMAWATI, MUSFEPTIAL, ZULARFI

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

UUA - 394.1 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-166-7

Jumlah Halaman: 
89

Suku Dayak Tunjung yang lebih mengenal dirinya dengan sebutan Suku Tonyooi (tanpa menyebutkan Dayak) hingga saat ini masih sangat mempercayai ritual Beliatn, yaitu pengobatan terhadap orang yang sakit melalui perantara/media roh-roh leluhur mereka yang sudah tiada. Untuk menjembatani permohonan bantuan mereka kepada roh-roh leluhur, suku Tonyooi dalam melakukan ritual Beliatn tersebut akan mempersembahkan sesajian-sesajian yang dikehendaki oleh roh-roh leluhur itu. Melalui media sesajian itu, suku Tonyooi mempunyai keyakinan bahwa roh-roh (roh yang baik dan jahat) tidak akan mengganggu proses penyembuhan melalui seseorang yang sedang sakit. Sesungguhnya di balik proses penyembuhan melalui Beliatn ini mempunyai arti/makna simbolik yang terkandung didalamnya. Demikian juga didalam ritual Beliatn ini mengandung nilai-nilai budaya yang luhur dan mempunyai fungsi tersendiri bagi orang Tonyooi yaitu fungsi penenang batin. Mereka akan merasa tenang apabila ada yang sakit dan sudah selesai melaksanakan ritual Beliatn tersebut.