WAJAH KOTA MINYAK BALIKPAPAN

Pengarang: 

JUNIAR PURBA, ANY RAHMAYANI, ASNAINI

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

KTI - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-1202-98-2

Jumlah Halaman: 
93

Eksplorasi minyak di Balikpapan muncul pada akhir abad ke-19 cenderung lebih baru dibandingkan dengan eksplorasi minyak di daerah- daerah lain di Hindia Belanda. Borneo menjadi pusat perhatian dari pemerintah kolonial Belanda sejak James Brooke menguasai Sarawak (1803-1868). James Brooke yang berasal dari Inggris dianggap sebagai kekuatan yang mengancam hegemoni Belanda. Bersamaan dengan itu Belanda mulai melihat adanya potensi minyak bumi di wilayah Borneo bagian utara. Perusahaan pertambangan minyak sebelumnya didirikan pada tahun 1887 dengan nama Dordtsche Petroleum Maatschapij. Aktivitas perusahaan ini di Balikpapan dimulai pada tahun 1894. Produksi komersialnya sendiri baru dicapai pada tahun 1897. Eksplorasi minyak bumi oleh Belanda pada akhir abad ke-19 ini merupakan titik awal perubahan dan perkembangan bentuk kota Balikpapan baik dengan ciri kota tambang minyak sekaligus kota kolonial. Situasi kota kolonial semakin terlihat dengan kedatangan pekerja-pekerja Eropa dan kelengkapan fisik kota seperti jalan, kantor, permukiman Eropa, klub serta pacuan kuda. Berkaitan dengan itu, kondisi sosial budaya di Balikpapan selanjutnya sangat terpengaruh pada dinamika eksplorasi minyak dan berdirinya kilang pengolahan minyak di Balikpapan.