Tempoyak sirip ikan belidak, kuliner Kalbar

Provinsi: 
Kalimantan Barat

Tempoyak sirip ikan belidak, adalah kuliner khas Kalimantan Barat yang berbahan dasar dari sirip ikan Belidak. Kuliner ini berasal dari Kabupaten Keapang.

 

Kuliner kalbar

Bahan:

1. Bahan pokok:

Bahan yang digunakan ialah ikan air tawar, yaitu 1 ekor ikan belidak. Ikan jenis ini hanya diambil pada bagian siripnya, karena dagingnya mengandung banyak yang halus, sehingga sulit untuk memakan dagingnya. Sementara pada bagian sirip selain mengandung lemak juga terdapat daging.

2. Bumbu:

Kunyit 1 ruas jari

Cabai rawit 5-7 buah

Cabai kering 3 buah

Garam secukupnya

Bawang merah 1-2 siung

Gula ½ sendok the

Serai 1 batang

Cara mengolah bumbu: haluskan cabai rawit, kunyit, garam dan bawang lalu tambahkan tempoyak 2-3 sendok makan atau sesuai selera.

Cara mengolah:

  1. Bersihkan ikan dengan cara membuang sisiknya dari ekor sampai kepalanya selanjutnya ambil dan iris bagian siripnya dengan mempergunakan pisau tajam dan tipis.
  2. Potong ikan kira-kira 3-4 cm (atau sesuai selera)
  3. Masak air ke dalam panic  ¼ liter sampai mendidih
  4. Masukkan sirip ikan ke dalam panci bersama-sama dengan bumbu yang telah dihaluskan tadi, biarkan kira-kira 5-10 menit lalu masukkan.
  5. Apabila ikannya telah matang, maka siap dihidangkan.

Cara memasak: di masak di atas api (dengankompor) ditaruh di dalam panci kemudian direbus dengan bumbu-bumbu sampai matang.

Cara penyajian:

Agar maskan tempoyak ikan belidak ini dapat menambah selera makan bisa ditambahkan dengan jenis lalapan dan sambal terasi serta dimakan pada saat masih hangat. /enampilan bersih dan indah dapat membuat orang semakin tertarik untuk menikmatinya.

Cara makan: dimakan bersama-sama dengan nasi karena masakan ini termasuk jenis lauk pauk

Fungsi (sehari-hari, pengobatan, upacara): sehai-hari

Nilai budaya: nilai budaya yang bisa dipetik adalah ikut membudayakan hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi ikan yang tidak mengandung lemak.

 

Sumber data: Asmara, U. Husna. 1997. “Aneka Resep Masakan Khas Kalbar”. Pontianak: Penerbit Romeo Grafika.

Pennginput data: Neni Puji Nur Rahmawati